![]() |
| 📸 Berkah Langit Ramadhan dan Rizalul Zacky, dua putra terbaik Minangkabau asal Kota Padang, menjadi Kompetitor mewakili Republik Indonesia dalam acara WorldSkills Competition ke 48 di Shanghai Tiongkok dalam bidang lomba Industri 4.0. |
Dua Putra Minang Asal Kota Padang Tembus Kancah Internasional di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Bertanding di cabang kompetisi Industri 4.0, keduanya terbang bersama 35 peserta kontingen Indonesia lainnya dari berbagai bidang lomba dan telah mendarat di Shanghai pada Sabtu (19/9/2026). Kedua putra terbaik daerah tersebut adalah Berkah Langit Ramadhan (19) dan Rijalul Zacky (21).
Langit dan Zacky merupakan alumni SMK-SMTI Padang—sekolah vokasi di bawah naungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Sebelum melangkah ke panggung dunia di Shanghai, deretan prestasi gemilang telah mereka torehkan. Dimulai dari menyabet Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kota Padang, Juara 1 LKS tingkat Provinsi Sumatera Barat, hingga menembus peringkat 5 LKS tingkat Nasional.
Puncak pencapaian mereka diawali saat menjuarai Seleksi Nasional WorldSkills Asean. Berpasangan sebagai tim di cabang Industri 4.0, mereka sukses membawa pulang raihan Medal of Excellence (posisi kedua) pada ajang WorldSkills ASEAN di Manila, Filipina, Agustus tahun lalu.
📸 Photo saat pelepasan kontingen Republik Indonesia berangkat ke WorldSkills Shanghai Competition 2026, Berkah Langit Ramadhan dan Rijalul Zacky bersama Pelatih Muhammad Tawakkal Gaffar.
Mengenal WorldSkills Competition Cabang Industri 4.0
WorldSkills Competition merupakan kejuaraan dunia vokasi paling bergengsi yang menguji keahlian teknis serta keterampilan terapan para talenta muda dari berbagai negara. Berlokasi di Shanghai National Exhibition and Convention Center, kategori Industri 4.0 menjadi salah satu cabang utama yang mencerminkan transformasi manufaktur global modern. Kategori ini menguji kemampuan para teknisi muda dalam mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) ke dalam sistem produksi fisik—meliputi otomatisasi industri, analisis data real-time, integrasi sistem cloud, jaringan komunikasi industri, hingga pemanfaatan simulasi digital (digital twin).
Dalam dinamika kompetisi di Shanghai, para peserta dituntut berperan sebagai Digital Production Systems Technician yang mampu merancang, membangun, dan mengoptimalkan lini produksi cerdas (smart factory). Mereka diuji secara intensif untuk menyelesaikan tantangan nyata, mulai dari merakit modul otomasi modern, menghubungkan sensor Internet of Things (IoT), memastikan keamanan siber (cybersecurity) pada jaringan pabrik, hingga mendeteksi dan memperbaiki gangguan sistem secara efisien. Melalui cabang ini, WorldSkills Shanghai tidak hanya menjadi panggung pembuktian keahlian kelas dunia, tetapi juga menetapkan standar internasional baru bagi pendidikan vokasi dalam menghadapi era manufaktur cerdas.
🎬 Dokumentasi persiapan Tim Indonesia (Berkah Langit Ramadhan dan Rizalul Zacky) mewakili Indonesia pada cabang Industri 4.0 menuju WorldSkills Competition Shanghai Tiongkok 2026.
Perintis Jalan dari Keluarga Sederhana
Langit dan Zacky, sapaan akrab mereka, bukan lahir dari keluarga berkecukupan atau yang berlatar belakang dunia industri. Keduanya tumbuh dalam keluarga biasa yang awalnya asing dengan kompleksitas dunia manufaktur modern yang kini mereka tekuni.
Zacky merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Bapak Firdaus dan Ibu Erfa. Ayahnya sehari-hari mengadu nasib sebagai seorang pedagang. Sementara itu, Langit adalah anak sulung dari tujuh bersaudara pasangan Bapak Surya Imelanda dan Ibu Deby, di mana sang ayah berjuang mengelola usaha UMKM percetakan dan sablon di Kota Padang.
Saat ditemui penulis, kedua orang tua mereka mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa putra-putra mereka. Tak lupa, mereka memohon doa tulus dari seluruh masyarakat dan pembaca agar Langit dan Zacky diberikan kemudahan serta hasil terbaik saat berjuang membawa nama Indonesia di Negeri Tirai Bambu.
📸 Latar Belakang Pendidikan Berkah Langit Ramadhan dan Rizalul Zacky, terlihat mereka berdua sama-sama berasal dari sekolah berlatar pendidikan Agama SD-IT dan MTsN.
Meniti Cita Melalui Harapan Beasiswa
Demi memfokuskan waktu dan energi pada pemusatan latihan lomba tingkat dunia ini, Langit dan Zacky memilih untuk menunda melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Namun, di balik perjuangan tersebut, terbesit harapan besar agar kerja keras mereka berbuah Beasiswa Penuh (Fully Funded) di perguruan tinggi luar negeri.
Mereka bertekad memperdalam ilmu pengetahuan dan mengasah keahlian di bidang Industri 4.0. Keduanya menyadari bahwa keterbatasan ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri untuk menempuh pendidikan tinggi secara mandiri.
Ketika ditanya mengenai cita-cita masa depan, keduanya tersenyum optimistis dan menjawab penuh makna, "Cita-cita nomor dua, kesempatan dan prestasi adalah yang utama!"

0 Komentar