DPC PDIP Bukittinggi Hentikan Dukungan Terhadap Salah Satu Paslon Kepala Daerah


BUKITTINGGI, MINANG TERKINI : Secara mengejutkan, DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bukittinggi membuat pernyataan untuk menghentikan dukungan dari pasangan calon kepala daerah nomor urut lima, Ismet Amzis-Zulbahri Majid.

“Terhitung mulai hari ini, Selasa 20 Oktober 2015, yang bertepatan dengan satu tahun kepemerintahan Jokowi-JK, kami DPC PDIP Bukittinggi menarik dukungan dari pasangan Ismet Amzis-Zulbahri Majid. Setelah ini, pengurus dan kader PDIP Bukittinggi tidak akan lagi terlibat dalam setiap kegiatan pasangan calon itu,” ujar Wakil Ketua Bidang Ekonomi DPC PDIP Bukittinggi, Amruh Kumandang, Selasa (20/10/2015).

Amruh Kumandang menjelaskan, yang dilakukan PDIP Bukittinggi saat ini adalah menarik dukungan dari pasangan calon Ismet Amzis-Zulbahri Majid, bukan menarik pengusungan secara kepartaian.

“Kalau menarik pengusungan dari KPU, itu harus melalui proses hukum. Tapi yang kami lakukan ini adalah menarik dukungan. Walau secara kepartaian PDIP Bukittinggi tetap mengusung pasangan Ismet-Zulbahri, namun secara personil kami tidak mendukung pasangan ini,” jelas Amruh Kumandang.

Amruh Kumandang menegaskan, jika nantinya kader PDIP Bukittinggi terbukti ada yang terlibat dalam kegiatan pasangan nomor lima itu, maka pengurus DPC PDIP Bukittinggi akan memberikan sanksi tegas, dan sanksi terberatnya adalah dipecat.

Amruh Kumandang juga menjelaskan, penarikan dukungan terhadap pasangan nomor lima itu dilakukan sesuai mekanisme kepartaian, serta berdasarkan hasil rapat evaluasi internal PDIP Bukittinggi hingga ke tingkat bawah.

Menanggapi sikap pencabutan dukungan oleh DPC PDIP Bukittinggi terhadap pasangan no urut 5 calon walikota Bukittinggi Ismet Amziz-Zulbahri, Wakil Ketua Tim Pemenangan IMAM, Amril Anwar, Rabu (21/10/2015) mengatakan, mereka merasa dizalimi oleh keputusan sepihak dari  oknum pengurus DPC PDIP Bukittinggi.

"Ini adalah perilaku oknum DPC PDIP Bukittinggi bukan sikap partai secara keseluruhan. Karena saat ini, masih ada beberapa pengurus DPC PDIP Bukittinggi yang setia di tim ini," ujarnya.

Amril Anwar juga mengatakan saat ini saja Ketua 1 DPC PDIP Bukittinggi, Con Piliang dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Partai PDIP, Farale Sijabat serta beberapa kader PDIP lainnya masih di dalam tim IMAM, tukasnya.

Sementara itu, Farale Sijabat juga mengatakan, hingga saat ini mereka masih solid, dan dia masih  komit dan memegang teguh rekomendasi partai yang telah dikeluarkan oleh DPP dan DPD PDI Perjuangan Sumbar untuk mengusung Paslon Cawako Ismet Amziz- Zulbahri Majid pada Pilkada Bukittinggi yang ditandatangani oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri ujarnya..

Terkait sanksi yang akan diterima seperti yang disebutkan oleh beberapa pengurus itu, Farale juga mengaku telah siap menerimanya, bahkan dia mengatakan akan melawan jika dia dirugikan, jelasnya.

Terpisah, Ketua DPD PDIP Sumatera Barat Alex Indra Lukman menyayangkan keputusan pengurus DPC PDIP Bukittinggi terkait pencabutan dukungan, dirinya menilai ini keputusan sepihak dari pengurus tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pengurus DPD Sumbar.

Sementara itu, Cawako Ismet Amziz menanggapi, persoalan ini adalah hal yang biasa dalam politik, karena hal itu tidak mempengaruhi usungan dari PDIP itu sendiri jelasnya.
Ismet Amzis menambahkan, tidak akan banyak berkomentar terhadap hal itu, karena seluruh urusan yang menyangkut tim sudah diserahkan kepada Ketua Tim, ungkapnya.(mt/gus)

Posting Komentar

0 Komentar