Bantuan Alsintan Pokir DPRD Sumbar Diserahkan kepada Kelompok Tani di Dharmasraya


Dharmasraya, Minangterkini — Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Dharmasraya menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Varel Oriano,S.H.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dharmasraya yang diserahkan langsung oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Varel Oriano,S.H, yang turut didampingi jajaran pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Dharmasraya, Senin, 28/09/2026.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PDI Perjuangan Dharmasraya, Jemi Hendra,S.T menyampaikan apresiasi kepada Varel Oriano,SH yang telah memperjuangkan aspirasi kelompok tani di Kabupaten Dharmasraya melalui pokok-pokok pikirannya.

Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah kelompok tani di beberapa wilayah Dharmasraya. Selain bantuan alat mesin pertanian, terdapat pula program pembangunan infrastruktur pertanian berupa pekerjaan tersier atau jaringan pendukung pengairan.

Jemi Hendra mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban biaya dalam pengelolaan lahan pertanian.

“Gunakanlah bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Kami berharap bantuan seperti ini dapat terus berlanjut untuk masyarakat Dharmasraya,” ujar Jemi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya tersebut.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Dharmasraya,Sutan Alif dalam sambutannya menambahkan, bantuan pemerintah kepada kelompok tani perlu dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya berupa bantuan peralatan, tetapi juga perlu disertai peningkatan pengetahuan dan keterampilan agar penggunaan bantuan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah dan wakil rakyat dapat terus terjalin dalam memperjuangkan kebutuhan sektor pertanian di Kabupaten Dharmasraya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Varel Oriano,S.H menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya kelompok tani.

Ia menyebut sektor pertanian memiliki peran penting bagi masyarakat Dharmasraya karena banyak warga menggantungkan kehidupan dari kegiatan pertanian dan perkebunan.

“Bantuan alat mesin pertanian ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola lahan sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan biaya yang dikeluarkan petani dapat ditekan,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

PDI Perjuangan Dorong Kolaborasi Pusat, Provinsi dan Kabupaten untuk Perkuat Sektor Pertanian

PDI Perjuangan terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Upaya tersebut dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran daerah dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.

Ia juga menyampaikan bahwa perjuangan memperoleh bantuan bagi masyarakat tidak dapat dilakukan hanya melalui satu jalur anggaran.

Menurutnya, keterbatasan jumlah kursi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu tantangan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saat ini, PDI Perjuangan memiliki tiga kursi di DPRD Provinsi Sumatera Barat.

"Ini adalah suatu usaha yang tidak bisa dikatakan biasa. Di DPRD Provinsi Sumatera Barat kita hanya memiliki tiga orang anggota dewan. Tetapi Alhamdulillah, dengan keterbatasan tersebut kita tetap berusaha memperjuangkan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi infrastruktur di Sumatera Barat masih membutuhkan perhatian, mulai dari jalan, jembatan hingga sarana pendidikan. Karena itu, aspirasi masyarakat harus disampaikan berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak.

Khusus sektor pertanian, ia mengajak kelompok penerima bantuan untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi. Bantuan yang diterima diharapkan tidak berhenti pada penyerahan, tetapi dapat menjadi awal dari komunikasi berkelanjutan untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat.

"Komunikasi dan silaturahmi ke depan jangan hanya sebatas hari ini. Kalau ada yang perlu disampaikan atau dilaporkan, mari kita lakukan bersama dan kita diskusikan," katanya.

Ia menjelaskan, apabila suatu program belum dapat direalisasikan melalui anggaran kabupaten maupun provinsi, pihaknya akan berupaya memperjuangkannya melalui pemerintah pusat, dengan tetap menyesuaikan program dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang untuk diperjuangkan melalui jalur tersebut, termasuk kebutuhan alat mesin pertanian, bibit serta berbagai sarana pendukung kegiatan petani.

Ia juga mengingatkan kelompok penerima agar menggunakan bantuan secara bijak dan bertanggung jawab. Sebab, bantuan yang diberikan merupakan hibah yang tanggung jawab pemanfaatannya berada pada kelompok atau penerima bantuan.

"Gunakanlah peralatan ini dengan bijak, karena ini adalah bentuk hibah. Tanggung jawabnya langsung berada pada penerima atau kelompok yang mendapatkan bantuan," tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten menjadi penting karena masing-masing memiliki keterbatasan dalam penganggaran.

"Jangan berpikir kalau kabupaten belum bisa memberikan bantuan berarti tidak ada jalan. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara provinsi, kabupaten dan pusat," ujarnya.

Ia menyebutkan, sejumlah dukungan untuk sektor pertanian sebelumnya juga telah direalisasikan. Di antaranya pembangunan jaringan irigasi tersier serta bantuan alat mesin pertanian.

Pada tahun sebelumnya, disebutkan terdapat pembangunan jaringan irigasi tersier sepanjang sekitar 1,2 kilometer di delapan titik. Sementara pada tahun ini terdapat pembangunan sekitar 1,05 kilometer di tujuh titik, ditambah bantuan delapan unit traktor.

Dari berbagai program dan aspirasi yang diperjuangkan melalui pusat, provinsi dan kabupaten, nilai dukungan yang disebutkan mencapai sekitar Rp34,5 miliar.

Ia berharap dukungan terhadap sektor pertanian dapat terus berlanjut pada tahun anggaran berikutnya, meskipun terdapat berbagai tantangan berupa keterbatasan anggaran, kenaikan harga bahan dan inflasi.

"Semoga tidak ada lagi pemangkasan anggaran yang besar. Mudah-mudahan tahun depan semakin banyak yang bisa kita bantu, baik peralatan, bibit maupun kebutuhan-kebutuhan yang ada di sawah dan perkebunan," katanya.

Di akhir penyampaiannya, ia juga meminta kelompok tani dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan. Aspirasi tersebut akan dicatat dan diupayakan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan anggaran tahun berikutnya.

"Silakan sampaikan masukan dan aspirasi dari bapak ibu semua. Kita catat, mudah-mudahan bisa menjadi buah hasil untuk tahun anggaran berikutnya," pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada perwakilan kelompok tani penerima.

(Disampaikan oleh Adrial)

Posting Komentar

0 Komentar