Acara makan bajamba dalam sumarak alek rang kurai yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah(TMII) Jakarta tanggal 26 agustus sabtu menjadi acara akbar dalam mempromosikan destinasi adat dan budaya "rang kurai"(sebutan bagi warga asli kota bukittinggi, red) membuat beberapa niniak mamak yang mewakili dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang Kabau(LKAAM)LKAAM dan Kerapatan Anak Nagari(KAN) Kurai 5 jorong angkat bicara karena kecewa tidak adanya pihak pemerintah sebagai mediasi undangan oleh pihak TMII tidak dilibatkan sebagai untuk mengikuti acara yang menyangkut adat tersebut.
Dengan hal ini membuat beberapa ninik mamak yang tergabung dalam pengurus LKAAM dan KAN Kota Bukittinggi sebagai organisasi ninik mamak yang di tua kan selangkah tidak di undang dan dilibatkan dalam acara ini.
Membuat SY Dt.Mangedan yang di temui wartawan jum'at(25/8) sebagai wakil Ketua LKAAM Kec.MKS mengatakan secara adat kita belum ada diberitahu maupun secara organisasi, kalau acara makan bajamba itu adalah acara adat, harus diketahui oleh ninik mamak,"ini kerja dan barang adat, jadi yang dikerjakan oleh adat harus beradat dan memakai niniak mamak,alim ulama karena adat tidak bercerai lari,sementara secara adat siapapun yang melaksanakan acara adat harus membicarakan dulu kepada alim ulama dan ninik mamak,karena kita ini tali tigo sapilin yang harus di musyawarah kan dahulu apa acara adat yang akan di kerjakan, bagaimana cara dan syarat makan bajamba itu, tidak sembarang saja kalau mengerjakan acara adat"ujarnya.
Lebih lanjut SY. Dt. Mangedan yang juga sebagai pengurus KAN Kec. MKS bidang seksi sako jo pusako menambahkan ia mendapat informasi ada ninik mamak yang di undang Pihak Pemerintah untuk mengikuti acara tersebut dan banyaknya pimpinan SOPD yang juga berangkat, "mungkin hanya kolega mereka atau ninik mamak yang ada kedekatan saja,kalau ninik mamak yang pergi di undang mengetahui jalur adat secara baradat yang dilaksanakan di jakarta ya nggak masalah, kalau ngga tau ngapain pergi, atau hanya meramaikan alek saja, saya juga menyayangkan dengan banyaknya SOPD dan pegawai pemda yang pergi daripada ninik mamak yang pergi,karena daerah ini ada dua fungsi yaitu ada pemerintah, ada urang kurai, kalau banyak orang pemerintah yang pergi itu berarti alek pemerintah, tapi kalau banyak ninik mamak yang pergi berarti alek rang kurai"tegasnya.
Hal yang sama juga diucapkan oleh Dt. Pado basa sebagai ketua LKAAM Kec. Guguk panjang yang menyayangkan sikap acuh pemerintah dan pelaksana alek rang kurai di jakarta yang tidak melibatkan ninik mamak kurai dalam acara tersebut, "karena makan bajamba itu ada pengelompokan tempat di mana duduk ninik mamak yang mana yang patut dan layak untuk menduduki tempat adat,nanti orang yang melihat tau dengan adat akan menjadi polemik dan buah bibir"tandasnya.
Dilain pihak Kepala Dinas Pariwisata Erwin umar yang di konfirmasi via hp nya yang sudah stand by di Jakarta menyebutkan undangan acara ini semua difasilitasi oleh Pihak Taman mini kepada pemerintah sebanyak 350 undangan dan juga mengundang 30 utusan negara asing yang hadir"jadi ini acara Taman Mini yang mengangkat budaya dan kesenian kurai serta makan bajamba semua transportasi di tanggung oleh pihak TMII,undangan sebanyak itu sudah di sebar ke pejabat di Sumatera Barat, para perantau, alumni-alumni SMA, pemerintah dan ninik mamak,kita juga mengirimkan sanggar kesenian dari Bukittinggi"ungkapnya. (Rudi)

0 Komentar